Interaksi Fisik Manusia Pada Lingkungan Game
Dan
Efek Fisik Pada Manusia Ketika Main Game
Seperti yang kita ketahui, bermain
game di layar kaca bisa menyebabkan kecanduan pada anak-anak, remaja dan orang
dewasa. Anak-anak yang bermain game lebih dari 15 jam seminggu atau kira-kira
2,5 jam lebih perhari bisa disebut kecanduan pathologis. Selama tidak dimainkan
berlebihan, game dapat memberikan manfaat yang positif
Game konsol modern saat ini sudah
dilengkapi dengan perangkat gerak yang melibatkan aktivitas fisik sehingga
permainan video game dapat sekaligus melatih otot dan gerak selayaknya
berolahraga, seperti halnya yang disediakan oleh konsol Nintendo Wii, PS3 Move,
atau yang lebih canggih lagi, Xbox 360 Kinect.
Game – game yang melibatkan aktivitas
fisik seperti game tinju, tennis, sepakbola dsb, yang mengharuskan anda untuk
menggerakkan tangan dan anggota tubuh anda sesuai tema video game yang
dimainkan. Untuk mendapatkan seperangkat konsol tersebut tidaklah perlu
mengeluarkan kocek yang dalam. Ketiganya memiliki harga yang berlainan yang
dapat disesuaikan dengan kocek anda.
Efek fisik dalam game ada 2, yaitu
positif dan negatif :
Efek positif dalam game :
Setiap game memiliki tingkat
kesulitan/Level yang berbeda. Umumnya permainan ini dilengkapi pernak-pernik
senjata, amunisi, karakter dan peta permainan yang berbeda. Untuk menyelesaikan
level atau mengalahkan musuh secara efisien diperlukan strategi. Permainan game
online akan melatih pemainnya untuk dapat memenangkan permainan dengan cepat,
efisien dan menghasilkan lebih banyak poin.
- Meningkatkan konsentrasi.
Kemampuan konsentrasi pemain game online akan meningkat karena mereka
harus menyelesaikan beberapa tugas, mecari celah yang mungkin bisa
dilewati dan memonitor jalannya permainan. Semakin sulit sebuah game maka
semakin diperlukan tingkat konsentrasi yang tinggi.
- Meningkatkan koordinasi tangan
dan mata. Penelitian yang dilakukan di Manchester University dan Central
Lanchashire University menyatakan bahwa orang yang bermain game 18 jam seminggu
atau sekita dua setengah jam perhari dapat meningkatkan koordinasi antara
mata dan tangan
- meningkatkan kemampuan membaca.
Psikolog dari Finland Univesity menyatakan bahwa game meningkatkan
kemampuan membaca pada anak-anak. Jadi pendapat yang menyatakan bahwa
jenis permainan ini menurunkan tingkat minat baca anak sangat tidak
beralasan.
- Meningkatkan kemampuan
berbahasa inggris. Sebuah studi menemukan bahwa gamers mempunyai skil
berbahasa inggris yang lebih baik meskipun tidak mengambil kursus pada masa
sekolah maupun kuliah. Ini karena banyak alur cerita yang diceritakan
dalam bahasa inggris dan kadang kala mereka chat dengan pemain lain dari
berbagai negara.
·
Meningkatkan pengetahuan tentang
komputer. untuk dapat menikmati permainan dengan nyaman dan kualitas gambar
yang prima seorang peman game online akan berusaha mencari informasi tentang
spesifikasi komputer dan koneksi internet yang dapat digunakan untuk memainkan
game tersebut. Karena pengguna komputer aktif biasanya mereka juga akan belajar
troubleshooting komputer dan overclocking.
·
Meningkatkan kemampuan mengetik.
Kemampuan mengetik sudah pasti meningkat karena mereka menggunakan keyboard dan
mouse untuk mengendalikan permainan.
Efek negatif dalam game :
Kecanduan
Seperti yang disebutkan pada awal
tulisan ini, kebahagiaan dan kesenangan yang dirasakan para gamer pada saat
memainkan game, akan membuat orang tersebut ‘merindukan’ suasana hati yang
mereka rasakan selama bermain game, sehingga mereka akan cenderung kembali
bermain dan bermain lagi untuk mencari sensasi yang mereka rasakan tersebut.
Untuk mencegah hal ini, adalah dengan membatasi waktu bermain game. Misalnya, 2
atau 3x dalam satu minggu dengan jangka waktu 1-2 jam.
Membatasi Hubungan Sosial
·
Dapat menyebabkan
cedera pada anggota tubuh manusia. Jika sering terjadi maka menyebabkan
Repetitive Strain Injury (RSI) atau cedera fisik berulang-ulang. Contoh :
Cedera jari sehingga bengkak dan sakit yang berulang terus-menerus.
·
RSI yang sering
terjadi bisa menyebabkan kecacatan / cacat fisik pada seseorang. Contoh :
seting pegal-pegal nyeri tulang belakang bisa membuat bentuk tulang belakang
menjadi tidak proporsional.
·
Sinar biru layar tv
atau monitor bisa menyebabkan kerusakan mata, yaitu mengikis lutein pada mata
sehingga menyebabkan pandangan kabur degenerasi makula.
·
Main game yang
terlalu dekat dengan layar monitor komputer atau layar telavisi bisa
menyebabkan mata minus rabun jauh atau miopi. Tidak hanya dari game namun juga
bisa menyerang pada saat nonton televisi.
·
Kilatan-kilatan
cahaya dengan pola tertentu pada game bisa memicu epilepsi (ayan) pada
penderita potensial.
·
Dapat menyebabkan
penyakit maag jika sering lupa makan rutin saat asyik bermain game.
·
Dapat menyebabkan
stress jika menglami kegagalan bermain game maupun stress karena kurang waktu
untuk berhubungan sosial.
Pada dampak positif bermain game
telah dijelaskan bahwa bermain game dapat meningkatkan hubungan sosial secara
online dengan para gamer diseluruh dunia. Sebaliknya dalam hal ini justru akan
membatasi hubungan sosial di kehidupan nyata mereka. Banyak sekali para pecandu
game memiliki sedikit waktu untuk membina hubungan sosial di kehidupan nyata
mereka sehingga kemampuan berkomunikasi dan interaksi secara fisik dan oral
menjadi tidak terasah.
Mengganggu Kesehatan
Hal itu memang benar, aktivitas dan
gerakan fisik dapat menyehatkan tubuh. Akan tetapi dengan bermain game yang
terlalu intensif dapat mengganggu kesehatan mata, karena bagaimana pun juga
permainan video game memerlukan kontak langsung antara mata dan layar monitor /
TV yang dapat menyebabkan kerusakan pada mata atau menurunnya daya lihat untuk
efek kedepannya.
Contoh Kasus Efek Fisik Game
Chen
Rong-yu: berlatih untuk turnamen game hingga gagal jantung
Di
iming – imingi hadiah turnamen yang cukup besar, Chen yang merupakan salah
satu player game League of Legends (LoL), berusaha keras untuk menaikkan
levelnya ke tingkat provesional. Usahanya untuk terus memainkan game tanpa
henti selama 24 jam, menjadikan game LoL adalah game terakhir yang di
mainkannya sebelum kembali ke sang pencipta. Kurang bergerak, lelah, dan
cuaca yang dingin diduga kuat menjadi penyebab Chen mengalami gagal
jantung.
Sumber :





