Pengertian
Desain dan Pemodelan Grafis
Menurut Kamus Besar
Bahasa Indonesia. Desain adalah gagasan awal, rancangan, perencanaan pola
susunan, kerangka bentuk suatu bangunan, motif bangunan, pola bangunan, corak
bangunan. Sedangkan desain merupakan kata yang diambil dari bahasa inggris yaitu
desain yang berarti rencana, jika dijabarkan arti kata desain adalah ilmu yang
berhubungan dengan suatu perencanaan atau suatu perancangan.
![]() |
| http://www.websiteinindia.com/wp-content/uploads/2013/02/Graphic_design.png |
Pemodelan
Pemodelan adalah
pola/contoh dari sesuatu yang akan dibuat atau dirancang. Pemodelan adalah
tahap dimana akan dibentuknya suatu obyek. Proses pemodelan ini memerlukan
perancangan dengan beberapa langkah saat pembuatannya. Membentuk suatu
benda-benda atau obyek. Membuat dan mendesain obyek tersebut sehingga terlihat
seperti hidup. Sesuai dengan obyek dan basisnya, proses ini secara keseluruhan
dikerjakan di komputer. Melalui konsep dan proses desain, keseluruhan obyek
bisa diperlihatkan secara 3 dimensi, sehingga banyak yang menyebut hasil ini
sebagai pemodelan 3 dimensi.
Grafik/Grafis
Grafik didefinisikan
sebagai pengungkapan dan perwujudan dalam bentuk huruf, symbol dan gambar
dengan menggunakan proses pencetakan. Grafik juga didefinisikan sebagai suatu
manipulasi model dan citra. Contohnya adalah: foto, gambar/drawing, Line Art,
grafik, diagram, tipografi, angka, symbol, desain geometris, peta, gambar
teknik, dan lain-lain.
Prinsip
dan unsur desain grafis
Ø Prinsip desain grafis
1.
Kesederhanaan
Hal
ini sangat logis demi kepentingan kemudahan pembaca memahami isi pesan yang
disampaikan. Dalam penggunaan huruf sebuah berita misalnya. Huruf judul,
subjudul dan tubuh berita sebaikya jangan menggunakan jenis font yang
ornamental seperti huruf blackletter yang sulit dibaca. Desainer grafis lazim
juga menyebut prinsip ini sebagai Keep It Simple Stupid. Prinsip ini bisa
diterapkan dengan penggunaan elemen ruang kosong dan tidak menggunakan terlalu
banyak unsur-unsur aksesoris.
2.
Keseimbangan adalah keadaan atau
kesamaan antara kekuatan yang saling berhadapan dan menimbulkan adanya kesan
seimbanf secara virtual. Prinsip keseimbangan ada dua, yaitu: keseimbangan
formal dan keseimbangan informal.
3.
Kesatuan
Kesatuan
adalah kohesi, konsistensi, ketunggalan atau keutuhan, yang merupakan isi pokok
dari komposisi. Contohnya adalah ilustrasi, garis, dan teks diberi raster
sehingga memberikan kesan kesatuan terhadap pesan yang dimaksud.
4.
Penekanan
Penekanan
dimaksudkan untuk menarik perhatian pembaca, sehingga ia mau melihat dan
membaca bagian desain yang dimaksud. Kalau dalam konteks desain kabar ini bisa
dilakukan dengan memberikan kotak raster atas sebuah berita. Hal ini akan
mengesankan pentingnya berita itu untuk dibaca oleh pembaca. Atau juga
membesarkan ukuran huruf pada judul berita, sehingga terlihat jauh berbeda
dengan berita lainnya. Penekanan juga dilakukan melalui perulangan ukuran, sera
kontras antara tekstur, nada warna, garis, ruang, bentuk atau motif.
5.
Irama
Irama
merupakan pengulangan unsur-unsur pendukung karya seni. Irama merupakan selisis
antara dua wujud yang terletak pada ruang, seupa dengan interval waktu antara
dua nada music beruntun yang sama. Desain grafis mementingkan interval ruang
atau kekosongan atau jarak antar obyek. Misalnya jarak antar kolom, jarak antar
teks dengan tepi kertas, jarak antar 10 foto di dalam satu halaman dan lain
sebagainya.
6.
Proporsi
Proporsi
termasuk prinsip dasar tata rupa untuk memperoleh keserasian. Untuk memperoleh
keserasian dalam sebuah karya diperlukan perbandingan-perbandingan yan tepat. Pada
dasarnya proporsi adalah perbandingan matematis dalam sebuah bidang.
Ø Unsur desain grafis
1.
Garis
Sebuah
garis adalah unsur desain yang menghubungkan antara satu titik poin dengan
titik poin yang lain sehingga bisa berbentuk gambar garis lengkung atau lurus.
Garis adalah unsur dasar untuk membangun bentuk atau konstruksi desain. Di
dalam dunia komunikasi visual seringkali kita menggunakan dotted line, solid
line, dan garis putus-putus.
2.
Bentuk
Bentuk
adalah segala hal yang memiliki diameter tinggi dan lebar. Bentuk dasar yang dikenal orang adalah kotak,
lingkaran, dan segitiga.
3.
Tekstur
Tekstir
adlaah tampilan permukaan dari suatu benda yang dapat dinilai dengan cara
dilihat atau diraba. Yang pada prakteknya, tekstur sering dikategorikan sebagai
corak dari suatu permukaan benda, misalnya permukaan karpet, baju, kulit kayu,
cat dinding, cat kanvas, dan lain sebagainya.
4.
Ruang
Ruang
merupakan jarak antara suatu bentuk dengan bentuk lainnya, pada praktek desain
dapat dijadikan unsur untuk memberi efek estetika desain dan dinamika desain
grafis. Dalam bentuk fisiknya pengidentifikasian ruang digolongkan menjadi dua
unsur yaitu obyek dan latar belakang.
5.
Ukuran
Ukuran
adalah unsur lain dalam desain yang mengidentifikasikan besar kecilnya suatu
obyek. Dengan menggunakan unsur ini anda dapat menciptakan kontras dna
penekanan pada obyek desain anda sehingga orang akan tahu mana yang akan
dilihat atau dibaca dahulu.
6.
Warna
Warna
merupakan unsur penting dalam obyek desain. Karena dengan warna orang bisa
menampilkan identitas, menyampaikan pesan atau membedakan sifat dari
bentuk-bentuk visual secara jelas.
Perkembangan Desain Grafis diberbagai media
Pada awalnya, media desain grafis hanya terbatas pada media cetak dwi matra (dua dimensi). Namun, perkembangannya semakin tidak terbendung, bahkan justru merambah ke dunia multimedia (diantaranya audio dan video). desain grafis juga diterapkan dalam media elektronik, yang sering kali disebut sebagai desain interaktif atau desain multimedia. Batas dimensi pun telah berubah seiring perkembangan pemikiran tentang desain. Desain grafis bisa diterapkan menjadi sebuah desain lingkungan yang mencakup pengolahan ruang.
Pada awalnya, media desain grafis hanya terbatas pada media cetak dwi matra (dua dimensi). Namun, perkembangannya semakin tidak terbendung, bahkan justru merambah ke dunia multimedia (diantaranya audio dan video). desain grafis juga diterapkan dalam media elektronik, yang sering kali disebut sebagai desain interaktif atau desain multimedia. Batas dimensi pun telah berubah seiring perkembangan pemikiran tentang desain. Desain grafis bisa diterapkan menjadi sebuah desain lingkungan yang mencakup pengolahan ruang.
Pengaruh
Kebudayaan dan Teknologi dalam Membuat Desain Pemodelan Grafis
Desain pemodelan grafis merupakan suatu
proses penciptaan suatu obyek baru dengan menggunakan software dan melalui
beberapa tahapan yakni membuat, menyimpan dan memanipulasi model dan citra.
Dalam pembuatan desain pemodelan grafis, kebudayaan dan teknologi pun sangat
berpengaruh. Budaya yang digunakan sebagai sumber pemikiran untuk mengembangkan
suatu desain grafis. Banyak budaya kita yang menarik digunakan sebagai desain
grafis, sebagai contohnya adalah kerajinan kain daerah, keramik, dan masih
banyak lainnya. Sedangkan teknologi diperlukan karena semakin mudah bagi kita untuk
menciptakan karya desain grafis dengan waktu yang cepat dan kita pun bisa
menghasilkan banyak sekali desain grafis sehingga mengefisienkan segalanya.
Peranan
desain pemodelan grafik sangatlah penting dalam interkasi manusia dengan
komputer atau dalam istilah bahasa asingnya adalah Human Computer Interaction
(HCI) dimana fungsi pemodelan grafik adalah membuat sesuatu yang dapat
mempermudah pengguna atau user baik dalam menjalankan suatu program agar mudah
dimengerti atau membuat sesuatu yang mudah di sentuh, enak dilihat dan mudah
digunakan dan sesuai atau efisien.
Dalam
mewujudkan suatu pemodelan grafik yang benar-benar efisien tidaklah mudah,
disini harus adanya sinkronisasi dalam proses interaksi manusia dengan komputer
dimana disini manusia sebagai pengendali proses yang ada di komputer dan
komputer pun harus mendapatkan cara komunikasi elektronik agar dapat sinkron
dengan user maka dari itu di bagilah beberapa bagian-bagian metode yang di
gunakan untuk prosesnya antara lain :
Ergonomi, hubungan manusia dengan mesin/komputer dimana interaksi tersebut dapat berupa bentuk fisik
Faktor manusia, disini manusia berpihak sebagai user dimana tugas dari user adalah sebagai pemerintah untuk prosesnya suatu sistem kerja pada komputer
Interaksi antar manusia dan komputer, yah seperti yang dijelaskan diatas disini harus terdapat sinkronisasi antara manusia dengan komputer.
Kemampuan estetika dari desain grafis adalah peningkatan yang penting terhadap desain sistem manusia-komputer sebagai pengguna antarmuka menjadi lebih fleksibel dan powerfull. Bagaimanapun, hal ini belum dapat diklaim untuk menjadi media baru yang tekstual dan penampilan grafik yang diunggulkan. Jelasnya, tidak ada individu dapat diharapkan mempunyai pelatihan formal di semua bidang tersebut, walaupun permintaan cukup tinggi untuk orang dengan latar belakang multidisipliner, gabungan kemampuan sistem komputer dengan beberapa keahlian ilmu manusia. Suatu alternatif yang lebih realistis adalah untuk menuju ke suatu kesadaran akan tingkat pemahaman menyeluruh dari subjek bidang-bidang yang relevan, mungkin dikombinasikan dengan ilmu yang khusus dalam satu bidang atau lebih. Tingkat kesadaran dari ilmu pengetahuan adalah esensi khusus untuk insinyur dan ilmuwan komputer, yang secara mendasar diharapkan mendesain antarmuka pengguna-sistem sebagai bagian dari sistem proses desain secara menyeluruh.Para perancang antarmuka manusia dan komputer berharap agar sistem komputer yang dirancangnya dapat bersifat akrab dan ramah dengan penggunanya (user friendly).
Source :
