Sudah lama sekali saya tidak memperbarui postingan saya, kali ini saya akan menyegarkan postingan saya dengan artikel tentang Kewajiban Terhadap Negara dan timbal baliknya . Ok langsung simak saja saudara sekalian.
Yang akan saya angkat dalam tema kali ini yaitu Kewajiban salam hal "Wajib Pajak" dan kewajiban untuk mengharumkan nama Negara. Kenapa Wajib Pajak saya beri warna merah, karena ini adalah masalah yang tidak pernah basi, dalam kata lain selalu hangat dibicarakan dikalangan masyarkat.
Sekarang ini pajak merupakan suatu hal yang banyak dibicarakan di kalangan
masyarakat, ditengah kebutuhan ekonomi yang terus meningkat, pajak merupakan momok terutama bagi kalangan menengah bawah, bahkan kalngan menegah ataspun seing kali mengeluh dalam hal ini. Banyak sekali pro dan kontra, yang saya rasakan wajib pajak yang
dipenuhi oleh saya maupun oleh masyarakat lainnya belum mendapatkan timbal balik
yang merata dari Negara.
Pemerintah terkadang lebih memperhatikan masyarakat di
perkotaan dibandingkan masyarkat desa, contohnya dalam hal pembangunan, pembangunan
di desa sangatlah lambat, bisa dilihat dari akses jalan yang rata-rata masih
saja buruk sampai sekarang juga, dalam hal bantuan dari pemerintah, bantuan
terhadap masyarkat desa selalu lebih
kecil dari masyarakat perkotaan, padahal masyarakat desa sangatlah membutuhkan
banyak bantuan untuk mengembangkan usaha seperti berternak dan berkebun.
Kemudian dalam hal subsidi, terkadang pemerintah sering kali
salah sasaran dalam hal subsidi, contoh subsidi BBM, sangatlah sedikit
masyarkat kecil yang merasakan subsidi BBM ini, tetapi itu juga kembali lagi
kepada masyarkatnya sendiri, sering kali masyarkat menengah atas masih
menggunakan BBM bersubsidi. Jadi intinya sejauh ini timbal balik pemerintah
atau Negara dalam hal “Wajib Pajak” belum merata baik itu dari faktor pemerintah
maupun masyarkatnya sendiri yang membuat semua upaya Negara menjadi seakan-akan
tidak adil.
![]() |
| Bagaimana mau berkembang jika akses jalan saja seperti ini |
Kemudian kewajiban terhadap negara selanjutnya yaitu kewajiban untuk mengharumkan nama aik bangsa, sering kali kita dituntut untuk dapat membawa nama baik bangsa, tetapi pemerintah sering kali melupakan pondasi untuk menciptakan itu semua, contohnya dalam hal olahraga, pemerintah sangatlah ingin melihat Negara ini menjadi Negara yang diperhitungkan dalam hal Olahraga, tetapi pemerintah selalu saja mengabaikan syarat untuk menggapai itu semua, pemerintah belum bisa memberikan fasilitas yang memadai kepada atlet-atle Olahraga.
Saya sendiri sebagai atlet Sepak Bola sangat kecewa terhadap pemerintah yang seakan tidak memperhatikan hal-hal yang dibutuhkan atlet seperti lapangan Sepak Bola yang memadai dan kepengurusan yang profesional, ironisnya banyak sekali atlet yang dulunya merupakan atlet olimpiadi yang sekarang terpuruk karena tidak ada jaminan dari pemerintah, bahkan pernah ada pesepakbola mati kelaparan.
![]() |
| Lihat wajah ceria mereka, begitu tulus tekad mereka untuk membawa nama baik bangsa ini |
Sudah saudara jangan bawa perasaan bacanya, kita jalani aja yang menjadi kewajiban kita, mungkin suatu hari nanti semuanya akan saling menguntungkan.


No comments:
Post a Comment